Artificial Feeding with Different Protein Content in Seed Coral Trout Grouper, Plectropomus leopardus in Controlled Tank

Anak Agung Alit

Abstract

Coral trout grouper seed have high economic value, but the population in nature has started to decline. The purpose of this study was to obtain a good quality of feed on the growth and stability of seeds of coral trout grouper. Research has been done with experiment container used is fiber tank with size 1m³ counted 6 tanks. The test animals used in the study were the grouper seeds from the culture. The treatments were A = protein content in 48% feed, and treatment B = feed pellet import protein content in feed 55%. Coral trout groupers are kept in fiber tanks. Density of each tank 200 etc /m³ The study used a descriptive design with 2 treatments, each treatment repeated 3 times. Data were analyzed by using ANOVA and at the end of the research was done profit ratio analysis. The results showed that both treatments were significantly different (P <0.05) on survival and daily growth (GR). The highest survival and daily growth in treatment B (SR 97.45%; GR 0,26g/ day) followed by treatment A (SR 85,50 %; GR 0,15g/day). From the economic analysis the best profit B/C ratio was 1.51 treatment B, and followed treatment A was 1.09.

Keywords

coral trout of grouper seed, pellet feed, fiber tank, and profit ratio.

Full Text:

PDF

References

Alit, A. A., 2013. Pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan kue, Golden Trevally,Gnathannnodon speciosus dengan ukuran panjang yang berbeda. J. Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis. Diterbitkan oleh Ikatan Sarjana Oceanologi Indonesia dan Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor, 5(2): 401 – 408.

Alit, A. A., K. Maha Setiawati, dan S. Tony. 2014. Teknik pendederan benih ikan kerapu sunu, Plecrtropomus leopardus dengan jenis pakan yang berbeda. J. Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis. Diterbitkan oleh Ikatan Sarjana Oceanologi Indonesia dan Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor, 6(2); 373- 381.

Alit., A.A. 2015. Analisa kelayakan finansial usaha pendederan benih ikan kerapu sunu, Plecrtropomus leopardus. J. Sain dan Teknologi, 10(1):91-99.

Akbar, S. Marsoedi., Soemarno, dan Kuesnendar. 2013. Pertumbuhan benih kerapu macan pada Fase Pendederan dengan kepadatan berbeda di karamba jaring apung. J. Tenplogi Pangan, 1(2): 93-101

Aslianti, T. dan A. Priyono. 2009. Peningkatan vitalitas dan kelangsungan hidup benih kerapu Lumpur , Epinephelus coioides melalui pakan yang diperkaya dengan vitamin C dan kalsium. J. Ilmu Kelautan dan Perikanan, 19(1); 74 -81

Effendie M.I. 1979. Metode biologi Perikanan. Cetakan Yayasan Dewi Sri Bogor. 112 pp.

Ellis, S.S., G. Viala, and W.O. Watanabe 1996. Growth and feed utilization of hatchery reared juvenile of Nassau grouper fed four practical diets, Prog. Fish Culture .58: 167-172.

Giri, N.A., K. Suwirya, dan M. Marzuqi 1999. Kebutuhan protein, lemak, dan vitamin C pada yuwana ikan kerapu bebek, Cromileptes altivelis.J.Penelitian Indonesia, 5(3): 38-49.

Giri, N. A., K. Suwirya, dan M. Marzuqi. 2002. Effect of dietary protein and energy on geowth of juvenile humpback grouper (Cromileptes altivelis), Indonesia Fisherie Riseach 8(1): 5-9.

Ismi S., T. Sutarmat, NA Giri, M.A. Rimmer, R.M.J. Knuckey, A.C. Berding dan ngK. Sugama. 2013. Pengelolaan pendederan ikan kerapu: suatu panduan praktik terbaik. Monograf ACIAR No. 150a. Australian Centra for International Agriculture Research: Canberra. 44hlm

Lamidi., Asmanelli, dan Z. Syafara. 1994 ” Pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan lemak, Cheilinus undulatus dengan frekuensi pemberian pakan yang berbeda” J. Penelitian Budidaya Pantai 10 (5): 81-87.

Lowelly, T. 1980. Feeding tilapia. Aquacuture. 7:42-43.

Marzuqi. M., N.A. Giri, dan K. Suwirya. 2004. Kebutuhan protein dalam pakan untuk pertumbuhan yuwana ikan kerapu batik (Epinephelus polyphekadion). J. Penelitian Perikanan Indonesia. 10(1):25-32

Marzuqi, M., N.A. Giri, dan K. Suwirya. 2007. Kebutuhan protein optimal dan kecernaan nutrient pakan untuk benih ikan kerapu sunu (P. leopardus). J. Aquaculture Indonesia . 8(2): 113-119.

Marzuqi, M., W.W. Astuti, dan K. Suwirya. 2012. Pengaruh kadar protein dan rasio pemeberian pakan terhadap pertumbuhan ikan kerapu macan (Epinephelus fuscoguttatus). J. Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis. 4(1):55-65.

Rahmansyah, P.R., P. masak, A. Laining dan A.G. Manggawe. 2001. Kebutuhan protein pakan bagi pembesarn ikan kerpu bebek. Cromileptes altivelis.J. Penelitian Perikanan Indonesia, 7(4): 40-45.

Slamet, B. 2016. Aplikasi pakan buatan dengan kandungan protein berbeda pada pendederan benih ikan kerapu raja sunu Plectropomus laevis. J. Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis, 8(2): 493-502.

Sih, Y. S., M. Rimner, K. William, J.D. Toledo, K. Sugama, I. Rumengan and m.J. Philip. 2005. Pedoman praktis pemberian dan pengelolaan pakan untuk budiday kerapu . Publikasi No. 2005-02 dari Asia-Pasific. Marine Finfish. Aquaculture Network. Hlm 1-18.

Suwirya, K., N. A. Giri, dan M. Marzuqi. 2005. Kebutuhan kadar protein terhadap perttumbuhan benih ikan kerpu lumpur (Epinphelus coioides). Pen. Per. Indonesia, 11(1):63-68.

Schmittou, H.R. 1991. Cage culture, A Method of Fish Production in Indonesia. FRDP. Central Research Institute for fisheries. Jakarta Indonesia. 114 p..

Sedgwick, R.W. 1979. Influence of Diatory Protein and Energy on Growth, Food Consumption and Elsevier Science Publisher.B.V., Amsterdam Aquaculture (6) : 7 – 30.

Sutarmat.T., A. Hanafi, dan Kawahara (2002). Leaflet Budidaya kerapu bebek (Chromiliptes altivvelis) di karamba jaring apung (KJA). Balai Besar Riset Perikanan Budidaya Laut Gondol bekerja sama dengan Japan International Cooperation Agency (JICA).

Sutarmat. T. S. Ismi, A. Hanafi dan S. Kawahara 2003. Petunjuk Teknis Budidaya kerapu bebek (Chromileptes altivelis) di KJA. Balai Besar Riset Perikanan Budidaya Laut Gondol, Pusat Riset Perikanan Budidaya. Badan Riset Kelautan dan Perikanan Departemen Kelautan Perikanan dan Japan International Cooperation Agency. 56 p.

Soekartawi. 1995. Analisis usahatani. Jakarta: Universitas Indonesia Press.110p.

Sedgwick, R.W. 1979. Influence of Diatory Protein and Energy on Growth, Food Consumption and Elsevier Science Publisher.B.V., Amsterdam Aquaculture (6) : 7 – 30.

Purba, R. 2004. Pengaruh kadar protein terhadap pertumbuhan dan efisiensi pakan ikan baronang, Siganus conliculatus. Aquacultura Indonesia. 5(3): 123-127.

Wedemeyer. A. 1996. Physiologi of fish in Intensive Culture System. International Thompson Publishing. New York. 227 pp.

Zonneveld, N., E.A. Huisman, dan J.H. Boon. 1991. Prinsip-prinsip Budidaya ikan. Pustaka Utama Gramedia Jakarta. 71 pp.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.